Sinetron Ikatan Cinta
Ketika mendengar kata Ikatan Cinta, maka yang terbayang adalah sinetron yang fenomenal pada saat ini dengan pemeran yang memainkan acting dengan apik, siapa lagi kalau bukan Mas Al dan Amanda Manopo.
Ternyata hari ini saya menyaksikan drama yang tidak kalah kerennya dari sinetron stripping tersebut.
Meskipun saya tidak pernah menonton sinetron karena TV di rumah pasti selalu dikuasai oleh anak saya Fatih dengan tontonan sepanjang masanya yaitu UPIN IPIN, tapi saya dapat menjamin bahwa drama ini bisa mengalahkan sinetron itu.
Drama ini adalah drama yang dimainkan oleh calon pengajar praktik guru penggerak. Mereka mempraktikkan simulasi pendamping individu dan lokakarya.
Setiap CPP dikelompokkan menjadi 5. Setiap kelompok mempunyai tugas role play masing-masing dari lokakarya perdana sampai lokakarya ke-3. Tentu pendampingan individu juga dimainkan.
Satu persatu kelompok memainkan perannya sesuai dengan skenario yang telah mereka buat. Ada yang deg-degan, keringatan, bingung, menunduk saja sambil membaca teks skenario, tapi ada juga yang berakting dengan lugas seakan aktor sungguhan.
Sebelum dimulai, ada rekan menelpon untuk menguatkan dan menyampaikan pesan agar buat suasana simulasi menjadi cair dan tik tok dengan yang lain. Saya langsung memutar otak untuk membuat simulasi menjadi santai.
Alhamdulillah, simulasi kelompok saya berjalan dengan lancar meski masih ada yang perlu diperbaiki. Maklum, latihan on the spot karena berburu si biru.
Setelah kelompok saya, tampil kelompok lainnya. Ternyata mereka tampil dengan sangat baik. Saya seperti mendengar drama radio dengan suara pendamping dan alur cerita dapat dimainkan dengan lancar selancar udara yang selalu berhembus.
Kata-kata yang keluar juga terdapat twist yang melekat. Cemilan cemilin, dabedabedu, dan lainnya.
Selain itu, teman-teman CPP juga kreatif dalam memecah kebekuan atau istilah kerennya ice breaking. Salah satunya adalah tepuk Indian.
Wah, hari ini saya sangat menikmati sesi simulasi, mulai dari kelompok 1 sampai kelompok 5. Teman-teman ini memang layak menjadi kontributor transformasi pendidikan di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar